Tentang Perjalanan

Tentang perjalanan yang tiba-tiba dan cerita tentang kehidupan yang mengalir di dalamnya. Karena pada dasarnya, hidup juga adalah sebuah perjalanan.

Aku bahkan lupa apakah ada alunan musik atau tidak di dalam ruangan kecil itu. Panas dan bising sempurna dihisapnya. Menyisakan kita yang membalik halaman-halaman buku juga tabir-tabir pikiran kita tentang kehidupan. Membuka satu demi satu warna yang tidak pernah tampak sebelumnya.

Tempat ini sungguh menarik. Aku bersyukur kita bisa kesini.

Di dalam ruangan kecil itu kita berdua saling berbisik pelan. Tentang gambar di dalam buku dan dunia di dalam kepala kita. Kata-kata yang tertuang dalam suara tanpa perlu ada diksi dan umpama. Lebih jujur dan rahasia dan aku sangat menikmatinya.

Ah, kapan kali terakhir kita meluangkan waktu untuk saling bercerita sambil bertatap mata?

Meskipun aku berusaha keras mengingat-ingatnya, rasanya hampir tidak pernah ada. Kita lebih banyak bicara dalam kata-kata. Baik melalui pesan singkat, maupun tulisan-tulisan panjang di buku harian dunia maya. Sekalipun ada, yang kuingat adalah suasana kantin fakultas ketika kita membicarakan tentang tanggung jawab dan kau menangis tepat di depan mata. Atau suasana kantin gedung Jalan Sudirman yang dirasa terlalu formal.

Janji ini telah tertinggal lama dalam diksi percakapan yang sering lupa terbalas.

Kalau tidak salah kita sudah membahas tempat itu beberapa kali dalam percakapan juga di kantin gedung Jalan Sudirman. Dari setiap waktu dan tempat, tidak akan ada yang tau kenapa sekarang dan kenapa bisa terlaksana. Hidup dan perjalanan di dalamnya memang seringkali dipenuhi oleh kejutan.

Tak terasa matahari sudah tidak tinggi, kita juga tidak pernah berjanji untuk menunggu senja hadir.

Karena itu, saat waktu telah dirasa cukup dan sebelum kita saling berbalik badan, aku tetap mengatakan, “sampai bertemu lagi nanti”. Siapa yang tau waktu akan memberikan kejutan-kejutan lagi dalam perjalanan ini. Meskipun cerita kita hanya sebagai sepasang garis sejajar. Sebelum senja turun dan kita terpaku olehnya, aku pun berjalan pergi.

Advertisements

Jika Dirimu Terbangun

Jika malam sudah turun pada jalan-jalan yang sepi
Tapi masih tidak kau temui aku di sampingmu
Kau sudah tau mengapa
Lafalkan saja namaku dalam tengadahmu
Lalu kirimkan bersama secarik diksi tulisanmu kepadaku
Yang dirajut oleh benang-benang kisah cinta kita
Supaya ia menjelma segelas kopi panas yang menemani malamku

Jika malam sudah turun pada lampu-lampu yang mulai mati
Tapi masih belum kujumpai wajahmu yang pulas tertidur
Kita sudah tau mengapa
Percayalah, ku lafalkan namamu dalam tiap ketuk laptop
Lalu ketika secarik diksi tulisanmu sampai di layar ponselku
Akan kuaduk mereka ke dalam cangkir kopi panas itu
Hingga dirimu menjelma kehangatan yang menyelimuti malamku

Tidak ada Perpisahan Untuk Kita

Nama
Akan silih berganti datang dan pergi
Karena pertemuan miliki masanya masing-masing
Lalu kenangan, hanya serupa sebaris cerita singkat
Untuk dikisahkan kepada yang datang selanjutnya
Begitu seterusnya
Tapi dalam sebuah awal mula
Kalianlah kejaiban yang menjulurkan tangan
Menarikku dalam pusaran yang bahkan kita
Tidak tau mengapa bisa bertahan
Yang meskipun telah habis masa pertemuan itu
Kita membuatnya seolah perpisahan tidak pernah datang

Pergi

Kemana perginya awan?
Yang sempat teduh menaungi langit
Sedari dulu bersama-sama
Memayungi dari matahari yang terik
Kemana perginya gerimis?
Yang turun satu-satu bagaikan musik
Sedari dulu ia selalu
Mengusap jejak langkah dan debu-debu sisa masa lalu
Kemana perginya daun yang jatuh?
Kini ia pergi begitu saja
dengan angin, meninggalkan dahan
yang erat menggengamnya sejak lama
Kemana perginya dirimu?
Hilang tanpa pamit ditelan senja
Sesaat sebelum gelap datang
dan tak pernah kembali

Overwork

Tak Tuk Tak Tuk Tak Tuk
Jemari bercumbu dengan tombol-tombol hitam
Menekan-nekan keras, melampiaskan
Tak Tuk Tak Tuk Tak Tuk
Ctrl – Shift – Alt – Up – Down – Enter
Layar naik, turun, pindah, SUM, SUMIF
Tak Tuk Tak Tuk…Triinngg
Email masuk, data diberikan, sangat terlambat!
Masih bertumpuk kertas perlu dilihat dengan cermat
Tak Tuk Tak Tuk Tsiiiinnnggg
Hening, klien sudah beberapa jam lalu pulang
Hanya jam dinding yang masih bertugas
Tak Tuk Tak Tuk Tak Tuk Pletak!
Tuk Tak Tuk Tak Tuk
Zzzzziinnngg… Bzzt click
Layar sudah hitam, lipat semua, masukkan ke Tas
Sebelum layar dunia kita yang menjadi hitam