Ada yang Belum Selesai

Ada yang belum selesai
Di antara tanda petik, tanda tanya dan koma
Belum sempat kita membubuhkan tanda titik yang jelas
Terhalang oleh spasi yang tak mampu menyembunyikan rindu kita
Yang menahannya untuk menyelesaikan kata-kata
Tertinggal di paragraf masa lalu yang tersembunyi dari cerita

Kata-kata (3)

Kata-katamu ketika itu, menjelma rantai yang membekas tanya
Seumpama jawaban yang menggantung di dalam angin
Kau menunggu akan ke arah mana angin membawanya pergi
Menaruhnya di antara ya dan tidak, lalu mengembalikannya kepadaku
Meskipun telah kau sebut, bahwa kau akan baik-baik saja
Tak mengapa meski kini kita belum tau kemana arah angin ini
Bukankah kita tak pernah mengawali semua ini
Dengan permintaan maupun tuntutan
Begitupun sekarang, terserah baiknya saja

Kata-katamu ketika itu, menjelma dingin yang memeluk luka
Betapa sulit, untuk menahan hujan deras di luar jendela itu

Sewaktu Kelopak Bunga Gugur

Sewaktu kita kehabisan kata-kata
Sesudah terbangun oleh kekhawatiran yang menjelma
Telah redup cahaya di ujung jalan kita
Betapa kita (mungkin aku) merasa tidak siap
Untuk menunjuk arah dan memutuskan langkah
Maka biarkan daun itu lepas dari dahannya
Sebelum gugur bunga-bunga yang terlanjur mekar
Sebelum kita sama-sama terpenjara
Hanya menyisakan hampa
Merintikkan tetes-tetes hujan
Sampai akhirnya kau akan menamamiku sebagai luka
Yang telah membawamu tersesat begitu lama
Maka biarkanlah, bunga-bunga kita ggugur kelopaknya

Tidak ada Perpisahan Untuk Kita

Nama
Akan silih berganti datang dan pergi
Karena pertemuan miliki masanya masing-masing
Lalu kenangan, hanya serupa sebaris cerita singkat
Untuk dikisahkan kepada yang datang selanjutnya
Begitu seterusnya
Tapi dalam sebuah awal mula
Kalianlah kejaiban yang menjulurkan tangan
Menarikku dalam pusaran yang bahkan kita
Tidak tau mengapa bisa bertahan
Yang meskipun telah habis masa pertemuan itu
Kita membuatnya seolah perpisahan tidak pernah datang

Ada yang Tidak Akan

Ada jarak yang tidak akan pernah bisa kau jelang
Sekalipun sudah kau tebas cakrawala
Ada ruang yang tidak akan pernah kau dapat
Meskipun sudah sering kau singgahi ia berulang
Juga ada rintik hujan yang jatuh menjelma diksi dan kata
Namun hanya dapat kau lihat dan resapi, tanpa menggenggamnya
Seperti ada kekaguman yang tak pernah bisa kau ucap
Dan sekalipun sudah kau coba, nyatanya ia tetap tak menjawab
Ada nama, dan berderet nama, yang tidak bisa kau buat sirna
Hingga tenggelam dirimu di dalam kotak kaca yang hanya ia pajang di sudut kamar
Ada rindu yang tidak pernah kembali, dan terkubur menjadi kenangan,
tanpa sempat kau tulis namanya pada halaman pertama cerita