Yang Tiada

Angin malam mengetuk jendela kamarmu pelan-pelan
Namun tidak kau biarkan ia singgah sebentar
Kau memilih menutup wajahmu dengan selimut, mencoba menghentikan waktu
Kau memilih melupakan ucapan selamat tidur pada malam-malam yang jemu
Ketika kata hanya hadir berupa
Balon-balon percakapan singkat
Yang tak lagi ingin berbalas
Katakan, di mana kau kubur namaku
Yang telah kau bunuh dari lembar buku usangmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s