Jika Dirimu Terbangun

Jika malam sudah turun pada jalan-jalan yang sepi
Tapi masih tidak kau temui aku di sampingmu
Kau sudah tau mengapa
Lafalkan saja namaku dalam tengadahmu
Lalu kirimkan bersama secarik diksi tulisanmu kepadaku
Yang dirajut oleh benang-benang kisah cinta kita
Supaya ia menjelma segelas kopi panas yang menemani malamku

Jika malam sudah turun pada lampu-lampu yang mulai mati
Tapi masih belum kujumpai wajahmu yang pulas tertidur
Kita sudah tau mengapa
Percayalah, ku lafalkan namamu dalam tiap ketuk laptop
Lalu ketika secarik diksi tulisanmu sampai di layar ponselku
Akan kuaduk mereka ke dalam cangkir kopi panas itu
Hingga dirimu menjelma kehangatan yang menyelimuti malamku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s