Tentang Rumah yang Ditinggal Pulang

Rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya
Saling bercerita di sela-sela kesepian
Penghuninya pergi ke rumah yang lain
Dan mereka menyebut itu sebagai “pulang”
Padahal, selama ini mereka selalu menyebut pulang
Jika mereka kembali ke rumah-rumah yang ditinggalkan itu
Rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya
Saling bersedih dan tak  mengerti
Tentang dimana tempat yang paling hangat dan nyaman
Tentang dimana tempat yang lebih diianggap spesial
Tentang kemana tempat kembali yang benar-benar dianggap pulang
Lalu tersebutlah rumah yang paling tua berkata kepada mereka
Yang sudah menghuni tanah itu sejak sebelum digusur perumahan baru
“Pada akhirnya, tempat kembali yang paling hangat
Adalah kembali ke pelukan tangan-tangan Ibu mereka
Dan kesanalah, kali ini mereka pulang”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s