Tanah

Tanah adalah tangan ibu yang lembut dan dingin
Senantiasa mendekap erat setiap anaknya, saat
mereka pulang kembali dalam pelukannya
Tanah adalah tangan Ibu yang ikhlas menyimpan air mata
Yang jatuh ketika pelayat menaburkan doa dan melafalkan kenangan
Sampai ketika bunga-bunga dan tanah telah mengering
Ia akan bertanya, “Sudahkah kau hapus air matamu yang dulu?”
Dari temaram bola mata yang tak bercahaya pada hari itu
Katakanlah pada tangan ibu yang telah memeluk dirinya
Yang lebih dulu pergi dan tak bisa lagi menjagamu
Bahwa dirimu kini adalah
Bunga yang megah dan dapat berdiri di tanah sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s