Kata-kata (3)

Kata-katamu ketika itu, menjelma rantai yang membekas tanya
Seumpama jawaban yang menggantung di dalam angin
Kau menunggu akan ke arah mana angin membawanya pergi
Menaruhnya di antara ya dan tidak, lalu mengembalikannya kepadaku
Meskipun telah kau sebut, bahwa kau akan baik-baik saja
Tak mengapa meski kini kita belum tau kemana arah angin ini
Bukankah kita tak pernah mengawali semua ini
Dengan permintaan maupun tuntutan
Begitupun sekarang, terserah baiknya saja

Kata-katamu ketika itu, menjelma dingin yang memeluk luka
Betapa sulit, untuk menahan hujan deras di luar jendela itu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s