Aku Hanya

Di depan, sendok dan garpu berbaris rapih
Gelas-gelas kosong menunggu pelayan
menuang rindu dingin ke dalamnya
Sambil menghidangkan
basa-basi yang baru dipanaskan

 Hai, apa kabar ?
Aku ingin berbicara denganmu
Melalui kata-kata yang tak dapat terdengar
Terlalu banyak kata-kata yang hilang di antara kita

 Sudah lama ya ?
Kapan terakhir kali kita saling bersisian
Selama ini aku hanya meminum kopi hitamku
Sendiri saja, sambil menatap hujan

 Tak apa, bahagia sudah kucukupkan
Aku hanya ingin melihatmu, itu saja
Bahkan mungkin seharusnya langit tak perlu
Mengatur skenario baru untuk kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s