Salah

Angin tidak pernah bertiup ke tempat yang salah
Ia bertiup sesuai tugas dan pada waktunya
Hanya puisiku, yang terbang ke tempat yang salah
Pesawat kertas itu jatuh ke tanah
Lapuk dan terurai
Bersama harapan
Seharusnya tidak kukirimkan puisi itu
Seharusnya tidak kuabaikan
Puisi yang bertiup ke arahku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s