Pagi

Kau dekat
Seumpama karang yang bercumbu dengan ombak
Jemari kita saling bertautan, menggenggam kefanaan yang abadi
Dalam diam, hujan turun
Di pelupuk matamu, membasahi meja
Kita terdiam, lama sekali

Lalu pagi
Datang menghampiri menyapu bayang-bayang
Jemari kita terlepas, menggenggam yang sebenarnya tak pernah ada
Dalam diam, hujan turun
Hanya tersisa sepi di dasar cawan hati
Semua tak pernah benar-benar terjadi

Harum bunga itu
Tertutup kata yang tak sempat bicara
Bagaimana bisa ia menyusup ke dalam buku-buku jemari kita
Lalu menyeruak tanpa diduga
Dalam diam, hujan turun
Menciptakan rindu yang menyesalkan pagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s