Kehilangan

Apa yang sebenarnya kita genggam? Selain kehampaan?
Kita mempercayai apa yang kita anggap milik kita
Padahal bukan, sejatinya bukan
Pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan

Jutaan kata-kata yang menerangi malam bagai bintang
Selamanya tidak akan mampu menjelma siang
Kehampaan menjelma tangkai mawar berduri
Mencoba tersenyum di balik perih yang kian menjerit

Kita dipertemukan oleh waktu tanpa pernah kita memahami
Membentuk ikatan, mempercayai diriku ada di dalam dirimu
Lalu tiba-tiba waktu datang menjemput tanpa kita sadari
Cahaya purnama mengangkatmu dengan lembut

Kesedihan masih belum hadir di ruang tamu
Ia berwujud kabut hitam yang mengetuk pintu dengan hati-hati
Langkah itu, meski harus menutup mata, jangan sampai ia terjatuh
Tidak boleh ada hujan yang turun malam ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s