Doaku Untukmu Dalam Cemas

Kuharap dukamu tidak menitik deras seperti hujan sore ini
Yang kini turun membasahi gundukan tanah yang baru itu
Setelah berkali kulihat kau menunduk dan menyeka pipi
Namun tetap berusaha tegar di depan kami sambil tersenyum
Sejatinya, kami khawatir tentang apa yang akan terjadi setelah ini

Melihatmu yang terus dirangkul oleh mereka
Kadang membuatku ingin ikut mendekapmu
Ah tapi lupakan saja, tak perlu membahas hal yang telah berlalu
Dalam keramaian aku hanya lebih banyak diam
Tidak tau harus apa, terlebih saat kau menyeka pipimu

Wajahmu yang terlihat lebih kelam, seolah sayapmu patah
Padahal yang kukenal, kau adalah angin yang ceria dan sesukanya
Aku tidak tau apa yang telah kau lewati dan rasakan
Mungkin aku juga berlebihan, sampai merasa perih di dada
Saat kau diminta terakhir melihatnya, dan saat kau menaburkan bunga

Yang aku khawatirkan bukanlah tentang kepergian dan kehilangan
Melainkan kehampaan yang akan dibawa oleh waktu
Kamu harus dapat tegar dan selalu tabah, aku percaya kamu bisa
Memangkas kehampaan yang tumbuh bagai rumput liar
Semoga kamu tidak larut tenggelam, dan akan tetap seperti dulu
Aku mendoakanmu dalam cemasku yang tak tau lagi harus berbuat apa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s