Pagi Itu

Pagi itu, cahaya pamit pada sela-sela dahan pohon tua
Awan memintanya untuk tinggal dan tidak lagi menemui bumi
Mulai hari ini langit hanya akan berwarna hitam dan putih
Di dalam rumah, sesak berkumpul pada udara
Meminum isak yang habis ditenggak semalam
Di ruang tengah, sepi berbincang dengan perih
Namun sajak batal untuk ikut hadir
Ia tengah menghadiri pemakaman sepotong hati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s