Tangan

Suatu hari nanti, tangan itu akan datang tanpa mengetuk pintu
Dari lembar-lembar penanggalan yang gugur
Dari jam yang berputar dengan tergesa-gesa
Atau gerimis yang turun lambat-lambat
Pada langit biru tanpa awan, ataupun kelabu sebelum hujan
Tangan itu akan datang dan tak akan terlambat
Mencengkram lengan bajumu tanpa ampun
Tak mengapa, tetaplah berlari
Karena kita berlari bukan untuk mengindar darinya
Melainkan untuk menempuh jarak sejauh mungkin
Agar tak ada penyesalan di akhir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s