Dahan Kayu Putih

Dahan kayu putih itu melambai padaku
Menyingkap rindu yang telah kupaksa membatu
Dedaunan rimbun dan kelopak bunga warna merah
Aku ingin duduk disana dan menikmati masa lalu
Aku ingin merasakan lagi kehangatan kita sebagai keluarga kala itu

Kita datang dengan penuh tanda tanya
Kita berkelana sampai kaki tak mampu lagi melangkah
Lalu kita menangis saat menyadari sebuah perpisahan

Masih terasa dekat, saat dahan yang kosong itu pertama kali kami hinggapi
Penuh ragu pada sayap kami yang kecil dan rapuh
Sampai akhirnya waktu terus mengasah sayap kami
Sembari menghadrikan cinta yang tiada mampu kutemukan diksinya

Kita adalah sekumpulan merpati yang hinggap di dahan sebuah pohon yang rindang
Bertengger, lompat dan bermain di rerumputan dan tumpukan daun
Melewati setiap musim bersama-sama, kita adalah keluarga
Langit yang tiada berbatas selalu menyimpan misteri
Kita terbang mengarunginya, menyingkap awan yang sembunyikan cahaya

Ketika musim dingin sudah berlalu tiga kali
Lalu tersadar sudah waktunya untuk pergi
Pergi menjelajahi langit yang lebih luas lagi
Agar para merpati muda dapat hinggap di dahan kami
Tapi tentunya, masih ada tempat untuk kembali bukan?

Kita adalah sekumpulan merpati yang saling berbagi mimpi
Tak perlu diragukan tentang arti keta keluarga di dalam kamus kita ini
Selamanya, kalian semua tidak akan pernah terganti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s