Gelap

Pekat
Malam seakan menyembunyikan cahaya bintang
Tak ada lagi bulan yang biasa kusapa lewat cerita
Aku disini tenggelam dalam kegelapan sempurna
Bersama sayap-sayap rapuh yang tak lagi mampu untuk terbang

Sepi
Lorong-lorong kecil yang biasa kulalui kini menyempit
Cahaya hilang dari ujungnya, memaksaku untuk berhenti
Berharap gerimis kecil turun, membasahi jalan
Menghapus setiap cerita dalam jejak penuh debu

Suara lirih menggema dari danau yang memantulkan kenyataan
Menyibak sebuah kepastian dan kebenaran
Ikut gugur semua kelopak bunga warna-warni yang baru saja bersemi
Yang disemaikan oleh angin, berbisik entah dari mana
Jika semua ini untuk mendewasakan, kenapa perih ini tak jua hilang
Jika ini adalah balasan, sampai kapan langkah terikat pada jeruji

 

Bahkan…
Untuk apa kurangkai bunga jika hanya diletakkan pada segunduk tanah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s