Mencintaimu Adalah Luka

Mencintaimu adalah luka yang kubawa berlari
Meski begitu, masih saja terasa manis

Aku mencintaimu, meski tanpa harap
Meski menjalaninya sungguh berat
Kadang terasa, hanya aku yang berusaha sendiri
Padahal yang lain enak saja melenggang santai

Dalam rasa jenuh yang menjelma kehampaan
Rasanya ingin kusudahi saja, menghilang pergi
Setiap kali aku menghitung hari
Semakin terasa tak berarti semua ini

Telah banyak hal yang dikorbankan
Bahkan sesederhana ketenangan
Mungkinkah sudah mencapai batas?
Mungkinkah semangatku sudah habis tak tersisa?

Waktu yang sudah, juga waktu yang menjelang
Keduanya mengandung tanya
Sudahkah waktu yang berlalu kugunakan sebaiknya
Akankah waktu yang akan datang jadi lebih indah

Ah, tidak! Jangan perhitungan!
Sedari awal aku sudah mengatakan bahwa aku cinta
Dan siap untuk berusaha
Tidak boleh! Jangan menyerah!
Aku masih ingin semua berakhir indah
Dan aku bisa mengatakannya di depan khalayak dengan kepala tegak
Di akhir Januari nanti, semoga saja…

Karena mencintaimu adalah luka yang bersusah-susah
Namun di dalamnya ada kebahagiaan yang tak tergantikan
Semoga saja aku tidak lebih dulu hilang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s