Simpan Itu Sendiri

Simpan tangismu itu sendiri
Dalam diam yang dibalut dengan senyum
Karena saat kau tersenyum, tidak akan ada yang bertanya kepadamu
Namun jika kau murung, beberapa akan bertanya
Padahal sebagian besar hanya akan mendengar lalu hilang
Lalu jika kau meledak
Semua akan menjauh dan mengingat dengan jelas selamanya
Jadi buat apa? Toh dunia tidak akan memperhatikanmu kecuali kau berbuat salah
Karena itu, simpan saja sendiri

Simpan tangismu itu sendiri
Pada air mata tanpa suara
Kemelut yang memecah kepalamu dalam senyap tiap pukul dua belas malam
Pendam saja ia dalam mimpi burukmu
Tak perlu membebani pikiran orang lain
Bukankah setiap orang punya hak untuk tenang bersama skala prioritasnya?
Itu salahmu yang tak bisa mengubah dan memperbaikinya
Itu salahmu yang menempatkannya sebagai prioritas
Padahal tak terhitung berapa malam kau merasa cemas dan tak berdaya

Simpan tangismu itu sendiri
Karena siksa yang kau rasakan hanya begejolak di dalam hatimu saja
Kau tak mungkin membuat seisi dunia merasakan hal yang sama
Kadang memang kau yang terlalu memberi perhatian lebih
Sementara tuntutan datang tanpa henti, juga untuk hal yang lain
Juga tak ada tempat bagimu untuk menumpahkan semuanya
Yang bisa meresonansikan kelabu dalam hatimu dan memberikan cahaya
Meski hanya sekecil kunang-kunang dalam gua yang gelap
Tapi itulah esensi harapan dalam kotak Pandora

Simpan tangismu itu sendiri
Dalam bait-bait panjang yang tak akan bisa dimengerti
Jika tak bisa terpecahkan, semoga tetap dapat menenangkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s