Sesal Itu Datang Lagi

Malam menutup cahaya senja
Lalu menaburkan bintang pada kanvas hitamnya
Saat ini dingin bercumbu dengan sepi
Menemaniku memandang langit, membalik halaman sebelah kiri

Rasanya masih jelas kita yang tanpa ragu berandai-andai
Untuk mewujudkan janji yang telah lama kita rangkai
Kau akan menemaniku
Karena hanya padamu aku bisa percaya
Karena hanya denganku kau merasa dimengerti
Mungkin akan menyenangkan menjadi tempat bertanya
Mungkin akan menyenangkan punya sebuah lingkaran kecil yang hangat
Semoga akan bertahan dan meninggalkan kesan
Bagi kita dan mereka

Tapi sayang…
Kita tak diizinkan
Sedih, kita mencoba terima meski janggal
Apa kurang kita? Apa salahku? Apa salahmu?
Baiklah, mari kita gugurkan
Semua angan yang telah dibangun perlahan
Terlalu banyak tanya hanya akan berbuah kesal
Lalu dari angin aku mendengarnya
Aku senang, ternyata kau lebih percaya padaku
Hingga membuang tawaran demi janji yang tercipta dulu
Maafkan…

Meski begitu, hujan tetap tak akan bisa ku tahan
Ketika awan hitam sudah berkumpul di atas kepala
Dan dia akan terus datang
Ketika ada kenangan yang terbangkitkan
Melayang dan berkondensasi menjadi awan hujan
Apalagi kini awan itu berkumpul di sekitarku
Sementara aku masih belajar untuk tersenyum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s