Untukmu dan Amanahmu yang Baru

Aku tau kamu mampu menjadi dan menjalani hal itu. Tapi apa gunanya kemampuan tanpa didasari keyakinan pada diri sendiri? Setidaknya itulah pelajaran pertama yang kupelajari tentang kepemimpinan. Bahwa pemimpin tidak akan mengatakan dirinya tidak bisa atau belum siap saat diminta memimpin. Kepemimpinan datang dengan kesadaran, bukan hanya penunjukan.

Aku tidak tau, tapi mungkin dia hanya ingin mengalahkan, bukan sepenuhnya menyukseskan. Karena sejak pertama kali kau ceritakan masalahmu itu, hal itulah yang terbaca olehku. Sayang aku tak terlalu fokus pada saat itu sehingga hanya mencoba mencari jalan keluar dari masalahmu. Tapi ternyata setelah dipikir-pikir lagi, mungkin memang kejadian itu mengindikasikan bahwa dia hanya punya ambisi untuk mengalahkan. Dimana ketika ambisinya terpenuhi maka jika yang lain tidak dapat dipenuhi ya tidak terlalu masalah.

Saat pertama kali kau bercerita, kau selalu mengeluhkan hal yang sama. Bahwa dia sulit sekali untuk diminta memimpin dan berinisiatif. Namun ketika membicarakan hal-hal tentang “mengalahkan” pihak lain, semangatnya membara. Mungkin tidak seperti itu juga. Karena buktinya sebelum muncul masalah kali ini, dia juga sulit untuk mengendalikan semuanya kan? Lalu lari tanpa kabar dengan berbekal alasan yang sama.

Mungkin aku setuju dengan mereka semua yang berkata kau lebih cakap untuk mengurus semuanya. Yah, tapi kubiarkan saja seperti ini karena kalau hal ini terjadi di awal, aku takut kau tidak siap dan tidak mengelurakan performa yang semestinya. Belum lagi pandangan dari orang lain.

Lain halnya dengan sekarang. Ketika kalian sudah bulat satu suara untuk membuka semuanya, setelah sebelumnya sepakat untuk sama-sama menutupi, maka itu berarti kalian semua siap. Kamu siap, begitu juga dengan teman-temanmu. Dan mungkin itu adalah skenario terbaik. Toh kita pasti harus percaya hal itu bukan? Jika kita memang sudah berusaha dengan sebaik mungkin, meski dalam prosesnya terlihat belum berhasil, tapi pasti ada hal baik yang sudah disiapkan dan menanti kita dengan tangan terbuka.

Bahkan, ternyata ada hadiah lain yang sudah disiapkan oleh takdir yang tak pernah bisa kita terka. Dengan segala keterbatasannya, aku yakin nama baru yang kini melibatkan diri dalam tim kalian dapat memberikan hasil yang lebih gemilang demi kesuksesan proyek itu. Karena katamu memang dia yang dipercaya oleh para pendahulu untuk meneruskan proyek ini. Hanya saja dia lebih mengambil jalan lain untuk mengabdi. Tapi rupanya jalan itu tetap membawanya kepada amanah sebelumnya.

Kini rasanya kalian sudah lebih siap. Yah, mungkin kejadian yang terdahulu sudah menjadi pelajaran bagi kalian semua. Kalian juga sudah memberikan kesempatan terakhir yang sudah ia sia-siakan. Jadi kali ini aku yakin bahwa kamu dan tim sudah siap. Lagipula dari awal hanya satu hal yang selalu ingin kupastikan darimu, kan? “Apakah ada tempat untuk curhat disana”. Karena kalau kamu sudah menemukan seseorang yang bisa tulus untuk mendengarkan dan memahamimu, maka tampaknya tidak akan ada masalah.

Yah, kadang kita memang tidak bisa menebak apa yang akan menanti kita di depan. Tapi menurutku disitulah indahnya. Selalu ada kejutan – yang meski tidak semuanya menyenangkan. Aku selalu berharap semoga apa yang terjadi pada kalian memang untuk mengarahkan kalian ke jalan yang lebih baik. Nikmati saja prosesnya. Semangat!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s