Dirimu

Ada yang menganggapmu sebagai matahari
Yang senyumnya hangat dan merekah saat pagi

Ada yang menyebutmu hujan
Turun membasahi tanah tandus yang kering kerontang

Namun aku memanggilmu angin
Karena begitulah kau bagiku
Seumpama angin yang sekejap hadir lalu hilang
Namun membekas kesejukan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s