Cermin

Pada cermin kau pecahkan bayanganmu

Karena dirimu sudah tak mengenalinya lagi

Kau bilang cermin itu tak jujur

Dia hanya menampilkan apa yang dilihat atau yang ingin kita lihat

Hanya menampilkan bagian terluar saja

Tak pernah menunjukkan apa yang sebenarnya kita sembunyikan

Lalu bagaimana bisa kita percaya pada cermin?

Kau bilang bayangan tadi hanyalah kumpulan persepsi

Orang-orang hanya akan melihat apa yang mereka dengar, yang mereka inginkan

Tapi apakah yang terlihat sama dengan yang mereka dengar?

“Lalu dimana diriku?”

Tanyamu kepada cermin yang tak mau jujur

Dia hanya diam, karena cermin tak bisa bersuara

“Aku sebenarnya … bukanlah aku yang selama ini kau lihat”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s