Aku Melihatmu

Aku melihatmu dalam bait-bait rindu tanpa alamat itu
Terukir halus tanpa ragu
Yang coba diselimuti kata-kata syahdu

Sendu tersemat di balik goresan sajak itu
Menutupi namamu, agar tidak ada yang tau
Lalu membiarkan mereka menerka-nerka jauh
Agar benar-benar tidak ada yang tau
Bahkan dalam kidung
Mengucap namamu pun terlampau pilu bagiku
Biarkan yang terkatakan menjadi simpang siur
Asalkan makna yang sesungguhnya hanya ada pada kata
yang tak dapat disampaikan malam kepada embun, yang terhalang subuh

Aku masih bisa melihatmu dalam bait-bait rindu tanpa alamat itu
Terukir halus tanpa ragu
Kenapa tidak mati saja kamu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s