Menghayati Arti Bacaan Sholat

Shalat

 

Minimal lima kali sehari kita hadapkan wajah ini kepada Sang Pencipta. Tanpa lelah dan terus menjaga agar selalu lengkap, minimal lima kali, meski waktunya kadang tak selalu di awal. Mulai dari takbir ke Al-Fatihah, lalu surat, lalu rukuk, i’tidal, sujud, duduk, sujud, lalu takbir lagi hingga diakhiri dengan tahiyat kemudian salam. Sebanyak itu gerakan, sebanyak itu pula bacaannya. Karenanya kita pun khatam terhadap apa yang kita baca. Hapal di luar kepala sejak masih sekolah dasar. Sambil memikirkan yang lain pun bisa kita lafazkan, bahkan dengan cepat (Astaghfirullah).

Lalu kemudian, pada malam 16 Ramadhan 1436 H, ada seorang teman yang menanyakan pertanyaan sederhana namun cukup menyentil. Dia bertanya dalam whatsapp apakah saya tau arti dari setiap bacaan sholat yang selama ini sudah saya hapal dan baca lima kali sehari. Sontak, saya langsung merenungi pertanyaan itu. Jawabannya sederhana, tidak perlu dipikirkan saya bisa langsung mengetiknya. Tapi saya tau arti dari pertanyaan tersebut. Malah, saya teringat tentang sesuatu yang dulu pernah disampaikan oleh Papa saya.

Enggak

Singkat, jelas dan padat saya menjawab chat tersebut. Lalu dia menjawab

Pernah ga sih lo penasaran kira2 arti bacaan solat yang lo ulang2 itu apa?

Saya tidak menjawabnya. Malah saya jadi ingin bercerita kepada teman saya itu

Pernah, sih.
Btw, lo ngingetin gw sama satu hal, nih…

Kemudian dimulailah cerita tersebut…

Jadi, dulu ketika saya SMP, Papa saya pernah menanyakan hal serupa kepada saya. Dengan jawaban yang sama, saya menjawab tidak mengerti. Kemudian dia menyuruh saya untuk membuka buku bacaan sholat, membaca isinya, lalu menjelaskan saat itu juga. Setelah dilakukan, Papa saya bilang bahwa sebaiknya kita mengerti arti dari apa yang kita baca tersebut.

Maksud dari Papa saya bukan kita harus tau arti dari setiap kata untuk bacaan Sholat. Tapi minimal kita tau, pada saat kita rukuk apa yang sebenarnya kita baca. Apakah pujian, doa, atau shalawat. Bacaan Sholat sudah tentu dalam bahasa Arab. Tentu tidak mudah bagi kita untuk paham betul apa yang kita baca. Namun sebaiknya kita paham inti dari apa yang kita baca pada saat Sholat.

“Masa sudah hapal dan dibaca berulang-ulang nggak tau artinya. Jadi selama ini cuma menghapal aja dong, bukan menghayati?” Kira-kira seperti itulah apa yang terngiang di hati saya. Tentu saja hal itu tidak salah sama sekali. Karena terkadang, kegiatan agama yang kita lakukan sehari-hari hanya berakhir menjadi ritual belaka yang tanpa makna. Padahal sejatinya, pasti ada maknanya Tuhan menyuruh kita beribadah dengan cara-cara tertentu. Termasuk juga bacaan Sholat itu.

Setelah hal ini saya ceritakan kepada teman saya itu, dia mengatakan setuju. Saya berkesimpulan mungkin ini adalah cara Allah mengingatkan saya di bulan Ramadhan ini, melalui teman saya itu, tentang sesuatu hal yang sederhana namun penting, yang kita sering luput darinya. Tentu semata-mata untuk meningkatkan level keimanan dan ketakwaan kita.

Untuk itu, ada baiknya kita coba memahami makna dari apa yang kita baca lima kali sehari tersebut. Agar ibadah yang kita lakukan bukan hanya ritus semata dimana pikiran kita hanya terprogram untuk melakukan, tanpa menghayatinya. Agar makna dari Sholat untuk mendekatkan diri kita kepada Allah dan menjauhi dari perbuatan keji dan mungkar itu bisa tercapai. Aaamiinn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s