Suka Duka Cipta ME 53

IMG-20150201-WA0008(1)

Minggu, 28 Juni 2015. Ada sebuah tugas baru yang diberikan oleh seorang teman. Membantu membuat Lembar Pertanggungjawaban (LPJ) Majalah Economica (ME) 53. Singkat cerita, dijelaskanlah masing-masing tugas PI ME 53 2015 (ada 4 orang termasuk penulis) dalam LPJ ini beserta target selesai masing-masing orang. Semua dibahas di dalam grup whatsapp yang sudah lama tidak bersua. Sejenak, ada perasaan nostalgia yang muncul ketika itu.

 

Mungkin sebaiknya tulisan ini dimulai dari menjelaskan apa sebenarnya Majalah Economica itu. Jadi, Majalah Economica atau yang biasa disingkat ME ini adalah sebuah produk jurnalistik tertua dan pertama yang dimiliki oleh organisasi kemahasiswaan bernama Badan Otonom Economica (biasa disingkat Economica). Jadi, ME ini selalu diagung-agungkan sebagai produk vital yang dimiliki oleh Economica. Karenanya, sebuah keharusan untuk menciptakan majalah yang “awesome”.

 

Di masa sekarang ini, ME diterbitkan dua kali setahun dan menjadi tanggung jawab Divisi Penerbitan tahun kedua dengan dibantu oleh seluruh anggota Economica. Untuk ME 53, ada 4 Pengurus Inti (PI) yang bertanggung jawab. Yaitu M. Rudi Kurniawan sebagai Redaktur Pelaksana (redpel), Annisa Maghfira sebagai Wakil Redaktur Pelaksana (waredpel), saya sebagai Editorial, dan Usadhi Lakshmi Iswari sebagai Redaktur Sirkulasi, Iklan dan Pemasaran. Secara pribadi saya ingin bilang kalau mereka adalah orang-orang yang hebat dan menyenangkan J

 

Nah, kembali ke LPJ. Jadi selama mengerjakan LPJ itu, banyak sekali kenangan yang datang menyeruak ke dalam semak belukar di kepala ini. Mengenang masa-masa yang melelahkan, sulit, hectic, penuh deadline, tapi juga menyenangkan. Terutama karena orang-orangnya. Berhubung tugas gw adalah membuat evaluasi dan saran untuk tiap rubrik, alhasil, setiap menuliskan evaluasi satu rubrik, gw jadi mengingat berbagai hal yang terjadi selama proses pembuatan tulisan rubrik tersebut. Trus jadi baper deehhh.. Wkwkwk

 

Sebelumnya, mungkin intermezzo sedikit. Ketika ditanya hal apa yang paling berkesan buat gw selama di Economica, maka gw akan mengurutkannya sebagai berikut. Majalah, Interupsi dan Economica Papers. Sempat ada yang berkomentar, “wah, kerjaan semua. Emang deh tugas oriented banget”. Hm…sebenarnya nggak gitu juga sih. Maksudnya, dari proker-proker itu, ada banyak hal yang meninggalkan kesan berharga. Dan itu bukan cuma kerjaannya aja lah.

 

Gw akan bahas mulai dari PI ME 53. Sejak awal banyak yang bilang kalau tim kami terlihat kompak dan solid. Gw sendiri yang ada di dalamnya pun merasa seperti itu. Setiap kali membahas tentang majalah rasanya seru banget. Trus juga ga melulu kerja. Kadang ngomongin tentang teambuild yg ga jadi-jadi, ngomongin bintang, jalan-jalan bareng, makan-makan di angkringan margonda, banyak deh.

 

Disitu juga gw menyadari kalau ternyata masing-masing karakter PI ME 53 ini menyenangkan dan bisa saling melengkapi satu sama lain. Mungkin kata yang tepat untuk kondisi di dalam PI ME 53 ini adalah “nyaman”. Oh iya, bahkan sebenarnya kami berempat belum pernah kerja bareng se-intens ini loh. Bahkan Usadhi bukan dari Divisi Penerbitan. Selain itu, kayaknya kami emang cukup nyambung dalam beberapa hal. Tapi nggak tau juga tepatnya apa. Atau mungkin cuma perasaan? Ah, kadang Fi (Feeling-Introvert) gw emang suka keluar gini sih. Maapkeun…

 

Kemudian dari sisi pekerjaan, sebagai PI ada keharusan yang kami buat untuk menemani PJ tiap rubrik wawancara tergantung yang sedang lowong. Dengan hanya menemani pun banyak hal-hal menarik yang didapat. Di antara sekian banyak wawancara, ada satu hal yang paliiiiinnggg berkesan. Yaitu bertemu langsung dengan Bapak Sapardi Djoko Damono di rumahnya! Iya, LANGSUNG! DI RUMAHNYA LAGI!!! SUPER GA, TUH?! Pastinya minta foto. Sayang lagi nggak bawa buku doi, jadi nggak sekalian minta tanda tangan. Hahaha

 

Trus hal seru lainnya adalah ketika layouting. Hm…ini ga seru, sih. Ini berat. Seminggu hampira ga tidur demi nge-layout. Jadi layout itu mengatur tata letak tulisan, foto, dsb supaya isi majalah kelihatan bagus. Itu caaaaappeeekkk banget. Udah gitu masih banyak yang salah lagi pas udah dicetak T__T
Yah, tapi sebenarnya majalahnya bagus kok. Apalagi tulisan yang diedit sama editornya *ditimpuk*

 

Trus, hal terakhir yang ada di LPJ itu adalah penilaian kualitatif terhadap PI yang lain. Jadi tulisan dari PI untuk PI. Jadinya agak mirip DUDU tapi lebih spesifik. Benar saja, setelah selesai dan lihat hasil akhirnya, isinya bisa dibilang curhatan, pujian, juga saran untuk masing-masing PI. Lucu juga melihatnya. Apalagi, walaupun nama yg nulis masing-masing komentar ga disebut, sangat jelas terlihat tulisan itu milik siapa. Soalnya, selama proses pembuatan majalah itu pasti udah saling tau dan paham karakter dan ciri khas dari masing-masing orang. Jadi wajar. Hahaha

 

Yah, waktu memang bergerak cepat meninggalkan masa lalu di belakang. Rasanya beruntung mengenal mereka semua dan pernah terlibat di dalam ME 53. Sangat-sangat bersyukur. Mudah-mudahan LPJ itu berguna nantinya untuk majalah-majalah berikutnya. Aamiiinn.

 

– J.F –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s