Kala Itu, Kita

 

IMG_0527Kala itu
Malam menurunkan rintiknya dengan perlahan dan merdu
Meninggalkan jejak basah dalam jaket dan tas besarku
Berjalan, mengikuti senandung hujan, menyamakan langkah dengan rima
Biarkan hujan turun malam ini, asalkan esok langit berseri

 

Kala itu
Kita menyibukkan diri dengan pilihan masing-masing
Yang sama-sama menatap lamat layar kaca segi empat
Entah itu deretan baris dan kolom tabel
Atau kumpulan gambar yang menceritakan kisahnya bersamaan
Hanya satu kesepakatan, esok hari, kita akan bangun mendahului mentari

 

Kala itu, subuh terlewati
Jalanan lengang, suasana tenang, pagi yang dipenuhi tawa
Kita berjalan dalam empat rombongan
Memutar kencang laju roda, mendahului waktu
Agar tiba tepat waktu, menjelang kesenangan yang telah menunggu

 

Kala itu, setelah kita selesai menanjak tinggi
Saatnya menyisir seluruh penjuru sudut ini
Kamera adalah hal yang tak terelakkan lagi
Kemudian, kita menentukan tempat tujuan pertama hari ini
Tentunya, dengan wajah yang amat berseri-seri

 

Di tempat pertama
Kita mendengarkan dongeng tentang bintang
Tentang rahasia milyaran titik yang kita pandangi setiap malam
Hanya decak kagum yang terdengar, saat kita membedah mereka
Hingga kita kembali melanjutkan perjalanan

 

Sesudah makan siang
Langit tak jua menghadirkan panas, mungkin memang begitulah tempat ini
Kita kembali dalam iring-iringan, memacu roda-roda menanjak dan menurun
Berkeliling, mungkin memang tak lengkap jika tidak tersesat
Namun toh akhirnya kita sampai

 

Hijau membentang seluas pandangan
Dengan variasinya: taman bunga, sungai, juga rumah pohon
Kita habiskan semua baterai dan memori disana
Dunia hanya milik kita ber-20, saat itu
Meniti kebahagian bersama dalam senyuman

 

Kita kembali saat gelap
Menuju rumah tempat kita bersenda gurau bersama
Kebahagiaan itu masih sederhana, sesederhana memasak mie instan
Lalu menikmatinya bersama
Ini waktu bebas
Sampai kita berkumpul lagi untuk mendongengkan kisah masing-masing

 

Malam hampir larut saat itu
Kita pun memulai giliran dan saling bercerita – agak dipaksa
Karena saling memahami sesama manusia memang tidaklah mudah
Cerita tentang cinta, masa lalu, masa depan, tanggung jawab, perasaan, juga idealism
Hanya berharap ini bukan senda gurau biasa
Melainkan sarana untuk saling memahami

 

Esok hari
Waktu tercukupi, saatnya kembali
Lambaikan tangan pada hijaunya pepohonan dan bising yang redam
Juga kebersamaan yang sempurna
Sudah tentu akan berkesan

 

 

Foto: Teambuild PI-IA -BPH Economica 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s