Melepas

Kimi ga inai to hontou ni taikutsu da ne
Sabishii to ieba warawarete shimaukedo

When you’re not around, I’m so bored,
But when I say I’m lonely, you just laugh at me

[Orange – 7 Oops, Ending 2 OST Shigatsu wa Kimi no Uso]

 

 

Di kereta itu
Wajahmu mengabur di antara kursi dan lantai gerbong yang tidak penuh sesak
Raib di antara manusia berkemeja dan berpantofel, yang memegang tas di tangannya sambil sesekali melihat Rolex atau Smartphone miliknya,
yang turun di stasiun Sudirman lalu membuat gerbong senyap
Di situ aku menunggu dengan bosan
Dua belas stasiun lagi, dengan headset tergantung namun tak mendengar
Tanpa ada cerita, yang meski kadang aku pun tak mengerti maksudnya

 

Di toko buku itu
Celotehmu menghilang, menysusup ke dalam lembar-lembar buku baru yang tersusun rapi persis di depan kasir
Seolah mereka menunggu kita yang tak pernah alpa
Yang menyusuri rak demi rak, untuk mengomentari apapun yang terlihat
Cover, judul, pengarang, sinopsis, cerita yang kita tau, semuanya
Berjalan sesuai urutan, mulai dari tumpukan buku baru, best seller, novel remaja, detektif, Tere Liye, Paulo Coelho, Sherlock Holmes, sampai kepada buku Komik, yang juga tentang detektif
Lalu pulang, dengan atau tanpa buku baru
Yang kini hanya kususuri sendiri sambil berdialog dengan langit-langit pikiranku
Lalu pulang, dan akan jarang untuk kembali

 

Di layar ponsel itu
Namamu terkubur di antara belasan nama dan grup lainnya, terselip di antara tugas-tugas maupun obrolan santai – namun tidak berkesan – lainnya
Yang sudah sepi sekali untuk berdering, kalaupun ada, kadang malas untuk masuk ke dalam pembicaraan mereka
Melupakan setiap percakapan, rindu, dan rayu yang dulu saling merajut menjadi cerita, lalu terhenti kala tak sengaja ada yang menutup mata
Juga menghilangkan semua pertanyaan-pertanyaan aneh kita
Jemari tak lagi punya alasan untuk menulis pesan yang singkat ini:
“Lagi apa?”

 

Senja yang seharusnya sama di langit universitas
Menelan kenangan hingga terasa berbeda
Bahkan mungkin ia hanya akan tertawa
Menertawakan kata-kata yang cengen dan merajuk dalam setiap baitnya
Menertawakan kesepian
Karena setelah sekian lama tenggelam dalam kenyamanan semu yang kita ciptakan
Aku tak tau lagi bagaimana caranya untuk melepas

Advertisements

One thought on “Melepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s