Tak Terdengar

Aku berteriak dalam diam

Meronta pada langit, namun tanpa suara

Tak perlu megabarkan sepi kepada angin

Cukup diam

Meski riak bergolak kencang di dalam hati

Teriring alunan kidung yang meronta miris

Untuk satu hati yang menjemput mati

 

Akan kumainkan peran itu lagi

Membalut diri dalam jubah kebohongan

Menutupi kekosongan oleh topeng murahan

Juga menyamarkan tangis dalam hujan

Terutama saat beradu pandang dengan mata itu

Biarkan aku yang terluka

Aku akan berlari mengalahkan waktu hingga nanti akan terlupa

Hingga seluruh luka akan mengering oleh sikap pura-pura

 

Jariku menari dalam irama

Menghadirkan bait-bait nestapa

Meninggalkan jejak aksara, sebaris kata, untukmu yang tiada

Yang tiada lagi dapat kujelang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s