PARAMITHA – 2: BUBAR

Kami bertugas setiap minggu, di hari ke lima sekolah, saat semua pelajaran telah usai dan tak ada lagi yang harus dilakukan. Ketika tiba waktunya, kami akan berkumpul di sebuah ruang kelas. Letaknya di lantai tiga, di pojokan, dan berseberangan dengan bangunan masjid sekolah kami. Ruangan itu telah lama menjadi saksi bisu kegiatan kami, pendahulu dan juga penerus kami. Sebuah ruangan yang mungkin memang dikhususkan untuk kami. Dengan nomor 3.04 tertempel di bagian atas pintunya. Dan memang sejak menjadi pengurus kelompok ini, hanya itu ruang kelas yang ku tuju setelah selesai pelajaran.

Setiap minggunya, kami selalu mempersiapkan sebuah pertunjukan kecil. Dengan peralatan sederhana yang bisa dijumpai dengan mudah sehari-hari, kami membuat sesuatu yang biasa menjadi tidak biasa – kadang aneh. Sebuah pertunjukan ilmiah. Mengharapkan decak kagum dari penonton yang keheranan. Lalu nanti di akhir pertunjukkan, akan kami jelaskan semua pada mereka. Sambil menyisipkan esensi kekaguman pada alam sekitar serta hal-hal menakjubkan yang tersembunyi di dalamnya. Lalu setelah semua selesai, yang tersisa di ruangan itu hanyalah obrolan ringan dan tawa canda yang hangat di antara kami. Itulah kegiatan rutin kami, di antara beberapa kegiatan khusus lainnya.

Pertunjukkan kami sebenarnya sangat sederhana. Bahkan tidak menarik sama sekali bagi beberapa orang. Hanya pertunjukkan menghilangkan gelembung soda setelah dikocok, uang yang tak bisa terbakar, bom CO2, dan mengembangkan balon tanpa ditiup. Kalaupun ada yang lain hanyalah percobaan-percobaan kimia dan biologi sederhana. Sesuai peralatan yang ada dan pengetahuan kami saja. DIsamping itu, ada juga kalanya kami menyisipkan beberapa soft skill seperti Public Speaking, debat dan berargumen lewat tulisan.

Kegiatan khusus pertama kami diadakan ketika matahari terbenam dan malam mulai menjelang. Di suatu bulan dimana siang adalah waktu untuk bersabar dan malam untuk beribadah. Waktu ketika lidah dan perut tak boleh dimanjakan. Acara kami hanyalah menyantap makanan ringan bersama, melepas dahaga seharian, dan saling berbagi cerita antar lintas angkatan. Yup, benar. Buka Puasa Bersama atau yang biasa kami singkat BUBAR (Buka Bareng). Sengaja terdapat kesan ambigu di dalamnya agar mudah untuk dikenang. Karena tidak ada kelompok atau klub lain yang dengan gembira bisa menanyakan kepada temannya, “Eh, kita kapan BUBAR?”. Dan istilah itu sudah menjadi tradisi yang turun temurun.

Esensi dari acara ini adalah untuk saling mempererat hubungan pertemanan antar anggota dan lintas angkatan. Untuk itulah, target acara ini adalah mendatangkan sebanyak mungkin alumni yang angkatannya jauh jaraknya dari pengurus sekarang. Hal itu agar saat acara itu mereka – para alumni –  bisa saling berbagi bagaimana mereka dulu ketika menjalankan atau mengurus kelompok ini. Sebuah cerita yang akan meninggalkan kesan sekaligus membangkitkan semangat para pengurus dan anggota untuk bisa lebih baik lagi. Tapi selain itu, ada juga maksud terselubung di dalamnya. Yaitu meminta sumbangan untuk mengisi kas keuangan kami. Nantinya kas itu akan digunakan untuk menunjang acara-acara lainnya. Yah…setiap organisasi pasti memerlukan dana bukan?

Tapi yang sulit dari acara ini adalah persiapannya. Kenapa? Karena ini adalah acara pertama yang diselenggarakan tidak lama setelah pergantian kepengurusan dan masuknya anggota baru dari anak-anak kelas 10. Cukup sulit bagi kami untuk bisa saling berkoordinasi serta mengajak – sedikit memaksa – anggota baru untuk hadir dalam acara ini. Mulai dari menentukan tanggal, mempersiapkan makanan, tempat, izin, sampai menghubungi para alumni. Dan satu hal yang harus diingat, tidak ada yang membantu kami karena angkatan di atas kami pun tidak bisa memberi penjelasan atau membantu banyak. Sigh! Yah, walau sebenarnya disinilah awal kami semua bekerja sama sebagai pengurus untuk menyukseskan sebuah acara kecil ini. Dan tentu saja penuh dengan kenangan

Tapi setidaknya, kami berhasil mendatangkan beberapa alumni yang cukup jauh di atas kami. Dari sana kami mendapatkan banyak cerita baru tentang organisasi ini di masa mereka. Bahkan salah satu dari mereka adalah ketua di masanya. Sempat tersulut api semangat pada diri kami ketika mendengarnya. Karena itu, kami juga berharap organisasi ini nanti bisa mengembalikan kejayaan masa lalunya. Malam itu, acara kami ditutup dengan sejuta impian bagi masa depan kelompok ini. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s