PARAMITHA – 1: The Beginning

Malam menjadi latar cerita kali ini, ketika aku sedang duduk di beranda rumah. Hanya melamun seorang diri. Menatap langit malam yang bertaburan bintang. Pikiranku melayang menembus langit malam itu. Hingga tiba – tiba sebuah kenangan menghampiri ingatanku. Seketika kenangan-kenangan itu memenuhi pikiran. Gambar demi gambar dari setiap kejadian yang tersambung laksana film kini telah diputar di kepalaku. Mengisahkan semua hal yang telah kulalui bersama mereka. Semua memori yang terlukis dengan indah. Dan sebuah persahabatan yang terukir abadi. Ah, rasanya seperti baru kemarin saja aku melaluinya.

Kami adalah sebuah kelompok yang mungkin terabaikan. Sebuah kelompok yang mungkin tak menarik bagi kebanyakan siswa. Yah, bergabung dengan kelompok bertitel ilmiah kadang terlihat aneh, bukan? Akan lebih bagus jika bergabung dengan kelompok yang bertitel olahraga, pengibar bendera, atau OSIS. Ya, tapi itulah kami. Meski nama kadang tidak dapat merepresentasikan isinya. Nyatanya, kami bukan orang-orang ilmiah yang berkacamata tebal dan berkutat dengan tabung-tabung reaksi. Kami hanyalah sekumpulan “anak kecil” yang seringkali tidak tau harus melakukan apa. Yang tergabung dalam sebuah kelompok bernama “PARAMITHA”.

Kami, sekelompok anak yang tergabung – entah bagaimana bisa – dalam sebuah kelompok ilmiah, nyatanya sangat kebingungan untuk menjalaninya. Bagaimana tidak? Kami bahkan tidak merasa mendapat pengalaman apa-apa kecuali sedikit sekali dari senior-senior yang setingkat di atas kami. Alhasil, kami selalu kebingungan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan setiap minggu.

“Minggu ini kita percobaan apa?”

“Sepertinya itu kurang menarik”

 “Minggu ini giliran siapa?”

“Sebenarnya kita ini apa?”

“Ada apa dengan Ciru?!”

“Itah itu siapa?!”

Entah bagaimana kami bisa menjalankannya sampai akhir masa jabatan. Bahkan, kami mendapat banyak pengalaman seru darinya. Mendapat teman-teman yang…eng…absurd, gaje, aneh! Tapi disitulah menariknya. Bertemu dengan alumni kelompok ini, membina adik kelas yang ikut bergabung, menggiling kompos, dan tentunya mempererat persahabatan antar anggota. Kemudian, pernah seorang alumni berkata pada kami bahwa dulunya kelompok ini adalah kelompok besar yang banyak diminati. Jauh sekali dengan keadaan sekarang. Setelah itu, kami memiliki keinginan, setidaknya sedikit tersulut keinginan itu di hati kami. Kami ingin melakukan sesuatu pada kelompok ini. Kalau kami tidak bisa membuatnya menjadi sebaik dulu, maka kami akan berusaha menciptakan penerus yang bisa lebih memajukan kelompok ini. Selagkah demi selangkah, menuju arah yang lebih baik lagi.

Setahun setelah masa jabatan habis. Aku dan beberapa temanku mendengar kalau angkatan di bawah kami berhasil mengadakan sebuah acara yang cukup besar. SCIENCE FAIRdisingkat Sci Fi. Alhamdulillah. Angkatan bawah kami bisa selangkah lebih maju. Semoga yang berikutnya akan lebih baik lagi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s